Bapppeda Sumedang gelar ekspos Gedung Kreatif Sumedang

Bapppeda Sumedang gelar ekspos Gedung Kreatif Sumedang
Ekspose. Konsultan DED sedang memberikan materi ekspose gedung kreatif
Bapppeda Sumedang gelar ekspos Gedung Kreatif Sumedang
Bapppeda Sumedang gelar ekspos Gedung Kreatif Sumedang

Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Sumedang, menyelenggarakan Focus Grup Discussion, terkait Fiksasi DED Pembangunan Gedung Kreatif yang akan segera dibangun di Sumedang tahun 2020 mendatang pada Senin 16 Desember 2019 bertempat di Ruang Rapat Bapppeda IPP Sumedang.

Acara yang dihadiri oleh perwakilan dari berbagai dinas serta beberapa dari pelaku Kreatif yang tergabung di Sumedang Creative Hub ini, adalah mendengar dan menyimak terkait ekspos DED hasil audiensi bersama Gubernur Ridwan Kamil yang dipaparkan oleh Konsultan dari CV Sasana Karya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sumedang adalah satu diantara beberapa kota kabupaten di Jawa Barat yang mendapat hibah pembangunan gedung kreatif. Gedung kreatif ini diharapkan menjadi ruang temu antar para pelaku kreatif di Sumedang, untuk saling belajar, kolaborasi dan bersinergi.

Semenjak awal penyusunan DED, pihak konsultan memang intens melakukan komunikasi dengan komunitas, ini atas dasar bahwa kedepan Komunitaslah yang nantinya akan menjadi user serta yang diharapkan akan menjadi pengelola dari gedung kreatif tersebut. Komunitas memberikan masukan terkait ruangan apa saja yang dibutuhkan serta konten apa saja yang diperlukan. 

Gedung yang rencananya dibangun 5 lantai ini menggunakan luasan lahan kurang lebih 2000 meter. Dan berpotensi memuat lebih dari 1000 orang untuk berkegiatan di gedung tersebut. Dan jika tidak ada halangan, gedung ini rencananya mulai dibangun di pertengahan tahun 2020. 

“Luasan kapasitas parkir kendaraan dibanding kapasitas jumlah potensi orang yang masuk gedung, bisa dikatakan belum seimbang. Semoga ke depan ada celah untuk pengembangan perluasan area gedung. Itupun jika anggarannya ada, ya kita berdoa saja,”ujar dr.Hilman Taufiq, Assisten Pembangunan Daerah, menutup pembicaraan.