Jabar Serius Menggarap Pariwisata

Jabar Serius Menggarap Pariwisata

Pemerintah Daerah Jawa Barat (Pemda Jabar) di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum kian menargetkan pariwisata sebagai lokomotif pembangunan.

Hal ini tercermin pada implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023 yang menekankan pada peningkatan daya tarik wisata.

Curug yang memberikan kesan ketenangan menjadikannya sebagai salah satu destinasi wisata yang seringkali dikunjungi. (Pemda Jabar)

Di antaranya adalah pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pangandaran dan Cikidang. Enam destinasi pariwisata 1 (seperti Curug Malela dan Cinulang, Ampitheater Ciletuh, Kebun Raya Kuningan, Galunggung dan Panyaweuyan). Tak hanya itu, tujuh destinasi tipe 2 (seperti Waduk Darma dan Breakwater Pangandaran) juga ditargetkan.

Dikarenakan kekayaan budaya menjadi daya tarik pariwisata yang kuat, 6 Creative Center akan dibangun di sejumlah kabupaten/kota. Di antaranya adalah Bogor, Cirebon, Bekasi, Purwakarta. Bagi Subang dan Sumedang, tak hanya Creative Center yang akan dibangun tetapi juga pusat budaya. Selain itu, pemerintah setempat pun akan melakukan penataan alun-alun di Cirebon, Majalengka, Indramayu, Bandung, Bogor.

 

 

Seni tari menjadi sebuah bagian yang tak pernah luput dari sebuah event pariwisata. (Pemda Jabar)

Adapun Badan Pusat Statistika (BPS) menyatakan perekonomian Jabar mengalami peningkatan dari triwulan I sebesar 5,43 persen ke triwulan II sebesar 5,68 persen. Salah satu faktor penyebabnya adalah penggunaan penyediaan akomodasi dan makan-minum terhadap PDB Jabar sebesar 9,5 persen.

Ekonom Universitas Padjajaran, Ferry Hadiyanto, menyatakan peningkatan ini ditunjang penyelenggaraan event pariwisata seperti West Java Festival 2019.

"Menurut data Disparbud Jabar, penyelenggaraan event selama tiga hari menarik 79 ribu pengunjung. Jika setiap orang rata-rata mengeluarkan uang sebesar Rp 200ribu, maka perputaran uang atau spending money-nya bisa mencapai Rp 15 milar,” ujarnya.

Sejak peresmiannya, Gedung Sate telah menarik perhatian 200 ribu pengunjung. Dalam kurun satu bulan, 2-3 event bertaraf nasional maupun internasional diselenggarakan. Guna mendongkrak pariwisata, renovasi area publik halaman dan taman Gedung Sate sudah semestinya dilakukan.

 

Keasrian wisata alam Jabar menawarkan sebuah panorama yang indah. (Pemda Jabar) 

Menuju era digital, Sistem Pariwisata Terpadu (Siraru) dan aplikasi Smiling West Java pun diluncurkan. Adapun Siraru mengintegrasikan kegiatan pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota serta penyedia jasa wisata. Dengan aplikasi Smiling West Java, para pengguna dapat mengakses langsung informasi Calendar of Events di Jabar agar tidak ketinggalan.

Selain itu, pembangunan pariwisata juga menuai beberapa apresiasi seperti Gatot Suleman selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Majalengka, serta Hendra Nugraha Koordinator Creative Hub Sumedang.

“Untuk menciptakan ekosistem pariwisata dilakukan juga secara masif oleh Pemda Sumedang. Sektor pariwisata akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi. Pemda Sumedang juga membentuk Komite Pariwisata Daerah dan Badan Ekonomi Kreatif daerah. Hal itu untuk mendukung terwujudnya ikon pariwisata di Sumedang yang memiliki jati diri dan unsur budaya,” ujar Hendra.